Monday, January 26, 2015

5 Bandara Paling Canggih di Dunia

Pesawat terbang merupakan akomodasi tercepat dalam bepergian. Tak heran jika banyak penumpang yang menggunakan moda transportasi udara tersebut. Bandar udara atau yang biasa disingkat bandara menjadi tempat paling sibuk untuk melayani ratusan jadwal penerbangan bagi para penumpang. Maka, bandara sudah selayaknya dibangun agar memberikan kenyamanan bagi penumpang yang menunggu jadwal penerbangan.

Tolok ukur kelayakan sebuah bandara dapat dilihat dari pelayanan penumpang, kualitas ruangan, dan teknologi yang digunakan. Ada beberapa bandara yang menerapkan teknologi dari atap solar panel, penyaring karbondioksida, dan pelayan yang menggunakan Ipad. Tapi, selain sebagai ruang tunggu penumpang, bandara merupakan pintu gerbang sebelum memasuki sebuah negara atau kota. Tak jarang, keindahan bandara menjadi daya pikat dalam dunia pariwisata. Berikut adalah bandara tercanggih yang ada di dunia.

1. Dusseldorf International Airport



Bandara yang terletak di Jerman ini memiliki fasilitas pemancar wifi gratis di hampir setiap ruangan dengan kecepatan yang tak diragukan lagi. Bandara ini dilengkapi dengan atap tenaga surya sebanyak 8.400 panel yang dapat menghasilkan dua megawatt energi listrik per tahun. Tenaga sebesar itu dapat menyuplai listrik ke 600 rumah di Dusseldorf.

Bandara yang melayani 22 juta penumpang per tahun ini memiliki monitor besar yang menampilkan jumlah energi yang dihasilkan dan kadar karbondioksida di lingkungan sekitar. Dengan menggunakan panel tenaga surya, Dusseldorf International Airport mendapatkan predikat sebagai bandara yang ramah lingkungan.

2. Incheon International Airport


Sejak dibuka pada 2001, banyak kritikus yang memuji Incheon dan langsung mendapatkan predikat sebagai salah satu bandara paling ideal di dunia. Bandara yang didesain Denver’s Fentress Architects ini memiliki beragam fasilitas yang memanjakan penumpang, di antaranya, ruang spa, museum, dan tempat untuk belajar membuat kerajinan tangan khas Korea. Tak hanya itu, bandara ini sangat memperlihatkan kebudayaan Negeri Ginseng, mulai dari kubah atap yang merupakan gambaran kuil tradisional Korea dan lorong taman bunga nan asri serta futuristik.

Soal teknologi, tak perlu dipertanyakan lagi. Bandara ini dilengkapi dengan teknologi ILS Cat-III B System yang dapat mengombinasikan pencahayaan intensitas tinggi dan sinyal radio untuk membantu pendaratan pesawat. Teknologi ini sangat membantu pilot ketika cuaca buruk dan sulit untuk melihat landasan, sehingga dapat meminimalisasi risiko kecelakaan pesawat ketika mendarat. Teknologi ini tergolong baru dan Incheon merupakan salah satu bandara di Asia yang mengadopsi teknologi pendaratan tersebut.

3. Changi International Airport



Bandara yang terletak di Singapura ini disebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia oleh beberapa lembaga internasional. Ketika dibangun, Changi International Airport memakan biaya yang sangat mahal, yakni sekitar 1,75 miliar dolar Singapura. Tapi, mahalnya biaya yang dibayar setimpal dengan fasilitas yang tersedia di bandara tersebut.

Changi International Airport memiliki 550 spot yang menyediakan internet gratis dengan menggunakan wifi. Untuk para pebisnis, disediakan pula tempat gratis untuk mengecek e-mail, mengetik dokumen, dan mesin fotokopi. Hampir seluruh desain bandara ini banyak menggunakan kaca yang bertujuan untuk mengurangi konsumsi listrik dari lampu dan menimbulkan kesan futuristik. Tak hanya itu, bandara ini juga menerapkan inovasi adanya kebun dan pepohonan hijau di dalam ruangan sekaligus sensor gerak yang dapat memainkan suara alam. Seluruh petugas di bandara tersebut menggunakan gadget, yakni Ipad untuk memberikan informasi kepada penumpang.

4. Detroit Metropolitan Wayne County Airport

Bandara yang terletak di Amerika Serikat ini menerima hibah sebesar 5,1 juta dolar AS pada 2007 dari Federal Aviation Administration untuk mengurangi gas emisi hasil buangan operasional pesawat. Dengan hibah tersebut, bandara ini melakukan renovasi besar-besaran dan didesain ulang untuk mengoptimalkan operasional dengan membuat pengisian sistem bahan bakar tanpa perantara.

Bandara ini tak hanya memiliki fasilitas yang lengkap bagi penumpang, tapi juga memperhatikan kenyamanan dan fasilitas untuk para maskapai penerbangan. Di terminal utara, terdapat fasilitas untuk mengisi bahan bakar pesawat langsung tanpa dibutuhkan mobil perantara. Dengan demikian, hal ini otomatis mengurangi biaya bensin untuk mesin truk yang mengangkut bahan bakar. Fasilitas tersebut membuat bandara ini dapat menghemat energi hingga 418 ton karbon monoksida dan 409 ton ozon prekuersor.

5. Shenzhen Bao’an International Airport

Shenzhen merupakan kota yang berdekatan dengan Hong Kong dan memiliki status special economic zone. Dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi, Shenzhen banyak menarik minat para perusahaan asing untuk membuka kantor di kota ini. Aktivitas perekonomian yang pesat dan padat membuat kota ini membangun sebuah bandara yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap dan teknologi canggih.

Bandara ini didesain kontraktor asal Italia Studio Fuksas dengan desain bangunan yang meniru bentuk ikan pari. Atap di bandara ini sengaja didesain berlubang-lubang untuk mengurangi penggunaan lampu, sehingga dapat menghemat energi sekaligus berguna sebagai saluran udara.

Bangunan bandara ini sangat kompleks, sehingga ketika dibangun kontraktor yang telah ditunjuk harus membuat software khusus untuk mendesain. Apabila turun hujan, air yang jatuh ke atap akan dikumpulkan dan didaur ulang menjadi air bersih untuk keperluan mengairi tanaman di dalam ruangan bandara dan toilet.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 comments:

Post a Comment